4 Jenis Pengguna Jalan Berdasarkan Penggunaan Sein, Kamu Termasuk Yang Mana?

Mivecblog.com – Lampu sein atau reting (riting) atau turn signal merupakan salah satu kelengkapan kendaraan bermotor yang wajib ada jika ingin menggunakan kendaraannya di jalan raya (road legal). Sein ini berfungsi sebagai salah satu komponen untuk berkomunikasi antar pengguna jalan ketika akan berbelok atau berpindah lajur. Nggak terbayang kan jika dulu lampu sein ini tidak ditemukan? 😀

Lampu sein GSX-S150

Nahhh… setelah saya amati, ternyata ada beberapa pengguna jalan yang menggunakan lampu sein dengan cara berbeda-beda. Setidaknya ada 4 jenis pengguna jalan berdasarkan cara menggunakan sein. Apa saja mereka? Dan kamu termasuk pengguna sein yang mana?

Aturan penggunaan sein sendiri sangat jelas terdapat pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 (UU 22/2009) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 112 ayat (1) dimana dituliskan “Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.”

Penggunaan sein juga berlaku untuk yang ingin berpindah lajur dan tercantum dalam ayat (2) yang berbunyi “Pengemudi Kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat“.

Jadi, berikut ini adalah jenis-jenis pengguna jalan berdasarkan cara menggunakan sein.

1. Tidak menyalakan sama sekali sein saat berbelok

Inilah pengguna jalan yang paling dibenci oleh pengguna jalan lain, termasuk saya. Paling sebel lihat pengguna kendaraan seperti ini. Bayangkan saja, ketika orang seperti ini mau belok, lurus atau pindah lajur langsung mak kluwerrrr tanpa lihat kiri, kanan, depan dan belakang…

Lampu sein depan Honda CFR150L

Lampu sein depan Honda CFR150L – Kiri dan kanan dipakai semua ya…

Sudah banyak kejadian mak kluwerrrr seperti ini di jalan raya yang mengakibatkan kecelakaan ataupun hampir celaka. Untuk pengguna jalan seperti ini, saya sarakan segera insyaf ya… Gunakan sein dengan benar! Emangnya kita dewa bisa tau kalian mau belok atau lurus?

2. Menyalakan sein saat berbelok

Sepertinya pengguna jalan model ini sudah benar ya…? Eitttt… ternyata kurang benar. Sein ini berfungsi memberitahukan pengguna jalan lain ketika akan belok atau akan pindah jalur. Ingat AKAN atau INGIN… Jadi jika sein dinyalakan saat belok atau setelah belok ya percuma saja, pengguna jalan lain tidak akan tahu sebelumnya. Kirain mau lurus, ternyata belok… kalau kecelakaan, alasannya kan sudah menyalakan sein… DUH Gustiiiii!

Nah, menyalakan lampu sein itu sebaiknya beberapa detik sebelum berbelok, kalau saya biasanya sekitar 3 – 5 detik bahkan bisa 10 detik sebelum belok jika ramai. Ada juga yang mengatakan 10 hingga 20 meter sebelum belok. Yang jelas saya tidak menemukan aturan tertulisnya. Tapi… usahakan patokannya jangan berapa meter sebelum belok, karena semuanya tergantung kecepatan kendaraan. Misalnya 10 meter sebelum belok kalau kecepatan hanya 10 km/jam ya sekitar 3,6 detik, alias masih cukup untuk dilihat oleh pengguna jalan lain. Tapi kalau kecepatan 100 km/jam dengan jarak 10 meter ya hanya 0,36 detik, jelas tidak cukup bagi pengguna jalan lain untuk melihat apakah dia mau belok atau tidak. Ya kan…

Lampu sein Suzuki GT185 Twin - Mivecblog (12)

Suzuki GT185 Twin saja lengkap lampu seinnya

So, lebih baik gunakan waktu 3 – 5 detik atau lebih sebelum belok sudah menyalakan sein. Jangan 1 menit sebelum belok juga kali… kejauhan 😀

3. Menyalakan sein saat belok ke kanan saja (belok kiri tidak pakai sein)

Nah… pengguna jalan semacam ini juga sangat nyebelin. Banyak loh… sudah sering saya lihat yang begini. Ketika belok kanan selalu menyalakan sein beberapa saat sebelum belok, nah… giliran saat belok kiri main slonong aja. Duh… sekali lagi, yang dibelakang anda bukan dewa… selalu gunakan sein saat mau berbelok atau pindah lajur!

4. Menyalakan sein saat akan belok ke kanan dan kiri

Dan yang terakhir adalah pengguna jalan jenis ini, baik mau belok kanan atau kiri dan juga mau pindah lajur selalu menyalakan sein. Ini yang paling bener dan disukai oleh pengguna jalan lain. Kalau sobat semua sudah menjadi pengguna jalan yang seperti ini, salut dah… saya acungin 5 jempol 🙂

Last, itu dia sob jenis-jenis pengguna jalan dilihat dari cara menggunakan seinnya, dan juga uneg-uneg saya hehe. Ada lagi jenis pengguna yang lain? BTW, sudah hampir 3 bulan ternyata blog ini tidak update :mrgreen:

 

Hubungi dan Ikuti juga Mivecblog.com di media berikut:

Related Post

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.