Waduh, Lebih dari 43% Helm dengan Standar DOT Tidak Lolos Tes NHTSA!

Mivecblog.com – SNI atau Standar Nasional Indonesia menjadi standar wajib bagi helm-helm yang dipasarkan di Indonesia. Memang banyak terjadi pro dan kontra karena salah satunya adalah banyak helm dari luar negeri belum memiliki standar SNI tetapi menggunakan standar seperti DOT dan SNELL. Selain itu, helm dengan standar luar negeri dianggap lebih mewah dan berkelas.

Salah satu Helm yang dites

Salah satu Helm yang dites oleh NHTSA

Memang benar bahwa helm dari luar tersebut lebih mahal, bahkan hingga puluhan juta rupiah. Lagian banyak yang “menganggap” bahwa standar luar, milaanya DOT dan SNELL lebih baik dibandingkan SNI. Bisa benar bisa juga tidak, namun ternyata ada fakta buruk mengenai helm-helm dengan standar DOT yang dipasarkan di Amerika. Temuan ini dipublikasikan oleh National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA bahwa selama tahun 2014 – 2019, sebanyak 43% lebih helm yang dipasarkan di Amerika tidak sesuai dengan stadar DOT. Wahhh…

Standar DOT atau Department Of Transportation Amerika Serikat memang menjadi standar yang wajib dipenuhi produsen helm sebelum memasarkannya di Amerika. Dan menurut NHTSA, pengujian acak yang dilakukan menunjukkan bahwa data helm yang tidak sesuai standar meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu dari 41,9% menjadi 43,1%.

NHTSA melakukan pembelian helm langsung dari toko secara acak agar tidak ada kemungkinan helm yang dibuat produsen dibuat secara khusus untuk lolos pengujian. Pengujian dilakukan oleh ACT Labs of California, badan uji independen dibawah kontrak dari NHTSA. Hasilnya dipublikasikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel Uji Helm - DOT

Tabel Uji Helm – Standar DOT oleh NHTSA

Untuk melihat helm-helm yang diuji kita bisa masuk ke link berikut ini http://www.nhtsa.gov/cars/problems/comply/ 

Kemudian cek dengan langkah berikut:

  1. Pilih“Equipment” dan pilih  “FMVSS”
  2. Klik “Submit Search”
  3. Pilih “218” dalam menu FMVSS
  4. Pilih tahun yang diinginkan
  5. Klik“Submit Choices”

Disitu kita akan menemukan berbagai macam helm baik bermerek terkenal hingga yang tidak diketahui merek apaan, lengkap dengan laporan pengujiannya.

Grafik pengujian Helm DOT dari NHTSA 2014 - 2019

Grafik pengujian Helm DOT dari NHTSA 2014 – 2019

Kemudian dari grafik di atas, bisa disimpulkan bahwa:

  • Sejak 2014, total 167 helm dari 74 merek dengan berbagai ukuran telah diuji.
  • Dari 167 helm yang diuji, ada sebanyak 105 (62,%) helm yang gagal pada kinerja helm, label identifikasi atau keduanya.
  • Dari 105 helm yang diuji gagal, total ada 72 (68,%) helm yang gagal memenuhi persyaratan. Kinerja yang dimaksud meliputi : redaman benturan, resistansi penetrasi, dan sistem retensi yang masing-masing diuji pada suhu lingkungan, suhu rendah, suhu tinggi serta dengan perendaman air.
  • Dari 105 helm yang diuji yang gagal, total 33 (31,4%) gagal pada label identifikasi saja (seperti label tidak memenuhi desain label dan spesifikasi konten, tidak ditempel secara permanen, dll).
  • Dari 72 helm yang gagal dalam kinerja, hanya 12 helm (16,6%) yang di-recall. Helm juga di-recall di sana…
  • Jika data dipisahkan per 3 tahun, terdapat perbaikan % yang lulus uji dimana dari 2014 hingga 2016 ada 45.6% yang gagal tes, sementara 2017 hingga 2019 “hanya” ada 41.6% yang gagal.
Pengujian Helm di Amerika

Pengujian Helm di Amerika

Jadi, masih kekeuh mau pakai helm stadar DOT? Atau pilih yang SNELL saja? atau SNI saja, yang “murah” dan “anti tilang”?

Sumber

 

Hubungi dan Ikuti juga Mivecblog.com di media berikut:

Related Post

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.