Kurang Laku dan Euro 4, Isuzu Panther Bakal Disuntik Mati?

Isuzu Panther, MPV medium yang pernah berjaya di tahun 90-an hingga awal 2000an kini semakin tidak jelas. Siapa sih yang tidak kenal Isuzu Panther? Hingga kini, mobil ini masih diburu lho, terutama bekasnya walaupun harganya cukup tinggi. Kakak saya saja belum lama beli Isuzu Panther LS 2002 masih dihargai 90 jutaan, padahal itu mobil sudah 16 tahun! Memang sih masih kinclong, enak tarikannya dan suspensinya juga empuk…

Isuzu Panther

Isuzu Panther

Sayangnya, Rajanya Diesel yang terkenal dengan iklan “Pakai Panther… Pinter” ini terancam untuk tidak lagi memiliki masa depan. Hal ini karena mesin Panther yang sekarang kemungkinan besar tidak akan lolos Euro4 (diesel), padahal Indonesia akan menerapkan aturan Euro4 (Diesel) pada tahun 2021 nanti. Kan bisa ganti mesin…? Eits, lihat dulu berapa penjualan Panther di Indonesia, emang riset untuk mesin baru itu murah?

Menurut General Manager Marketing Division PT IAMI, Attias Asril investasi untuk mesin baru akan sangat tinggi, bisa melebihi harga sebuah SUV, apalagi penjualan Panther di Indonesi juga semakin turun tiap tahunnya.

“Dua poin ini (pasar yang menurun dan regulasi Euro4), kami perhitungkan kalau dengan investasi baru dan market MPV cenderung turun, katakanlah 2021 harus ganti engine lagi. Secara investasi besar, harga Panther baru akan sangat tinggi sekali. Kasarnya bisa di atas harga SUV,” ungkap Attias.

Dari data Gaikindo, memang penjualan Isuzu Panther cenderung turun tiap tahunnya. Tahun 2011, penjualan Panther masih bisa tembus 5.134 unit dalam satu tahun, sementara tahun 2015 lalu, Panther hanya terjual sebanyak 1.495 unit, jauh menurun. Penurunan kembali terjadi di tahun 2017 dan 2018 kemarin hingga menyentuh angka 1.001 unit. Berikut data penjualan Isuzu Panther tahun 2017 dan 2018 dari Gaikindo :

Data Penjualan Isuzu Panther 2017 - 2018

Data Penjualan Isuzu Panther 2017 – 2018 (Gaikindo)

Terlihat kan kalau penjualannya minim? Tahu sendiri kan kalau mobil pneumpang diesel di Indonesia memang kurang diminati. Lihat saja Ertiga diesel atau Chevy Spin Diesel? Kalau harus invest mesin baru untuk Phanter apakah cukup untuk menutup biaya riset dan biaya produksinya? Mending mengutamakan segmen komersial yang lebih menjanjikan dan cukup stabil penjualannya. Ya kan?

So, apakah Isuzu Panther akan benar-benar disuntik mati? Semoga saja sih tidak, sayang banget mobil legendaris ini kalau harus habis…

 

Related Post

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.