From MIVEC to VTEC…

Seringkali keinginan tidak sejalan dengan kebutuhan, dan itulah yang saya alami. Keinginan untuk terus hidup bersama ternyata harus terbentur dengan kebutuhan yang tidak bisa dielakkan #lebay. Kyo… si Lancer Mivec yang sudah menemani selama 3 tahun lebih harus dilego demi satu kebutuhan yang harus dipenuhi.

Si Lancy Mivec

Bye bye… Mivec 😦

Alasannya sebenarnya sangat simple, yaitu mantan pacar saya tidak bisa naik motor dan tidak bisa nyopir mobil manual. That’s it! 😀 Dan satu-satunya jalan hanyalah satu, ganti ke mobil otomatis. Kenapa harus ganti mobil? Bukannya bisa “disopirin”? Wah kalau harus disopirin tiap hari… bisa diomelin boss tiap hari ijin keluar 😀 . Naik angkot? Ampun deh dengan kondisi angkot di Batam, hampir tiap hari ada kecelakaan angkot karena ugal-ugalan… 😦

Kondisi lalu lintas Batam menurut saya sangat-sangat tidak cocok bagi seorang “lady biker”, apalagi bagi seorang ibu-ibu yang memboncengkan anaknya. Byuh…ngeri rekkk… Kondisi jalan yang lurus, tanpa banyak persimpangan dan cenderung sepi diluar jam 7 – 8 pagi dan 5 – 7 malam, membuat semua pengguna jalan bak pembalap dadakan yang salip-salipan di jalan raya, termasuk angkot! Hampir setiap hari saya melihat kecelakaan di jalanan Batam dalam perjalanan pergi dan pulang kerja, dan bagi saya sudah cukup menggambarkan kondisi jalanan Batam.

Pertimbangan kedua adalah cuaca. Ya, cuaca Batam sangat-sangat tidak menentu. Tidak ada musim di Batam, hujan dan panas bisa terjadi kapan saja. Dari rumah hujan deras, baru keluar perumahan panas terik dan tidak hujan, sampai tempat kerja hujan lagi merupakan cuaca yang sudah sangat biasa terjadi.

Nah, pertimbangan-pertimbangan itulah yang membuat saya dan keluarga memilih menjual si Kyo – Lancer Mivec dan menggantinya dengan mobil dengan transmisi otomatis. Ada beberapa pilihan waktu itu, namun yang jelas harus hatchback. Jenis hatchback kami pilih karena selain karena masih cukup untuk menampung keluarga kecil kami, juga ukurannya yang ringkas dan mudah dikendarai oleh istri saya yang tiap hari harus antar-jemput anak ke sekolah. Selain itu, ukuran garasi yang hanya pas/mepet untuk mobil jenis sedan juga menjadi pertimbangan, sehingga dengan mobil hatchback garasi akan menjadi sedikit lebih lapang 🙂

Pilihan pertama jatuh pada KIA Rio, salah satu mobil favorit saya. Test drive pun dilakukan demi memantabkan pilihan. Dari segi kenyamanan dan harga sangat OK menurut kami. Waktu itu kami mendapatkan tawaran KIA Rio seken tahun 2013 akhir warna putih dengan harga “hanya” 150 juta belum ditawar. Namun, niat meminang Rio kami pending dulu, karena ukuran bagasinya termasuk mungil sehingga kemungkinan besar istri akan kesulitan saat “kulakan” barang dagangan untuk dijual online 😀

All New Kia Rio

All New Kia Rio

Kemudian perjalanan mencari kitab suci ke barat pencarian dilanjutkan. Kali ini kami mencoba hatchback paling terkenal di Indonesia yang identik dengan bagasinya yang terluas di kelasnya, Honda Jazz. waktu itu ada yang menawarkan Honda Jazz RS warna putih tahun 2008 dengan harga 152 juta rupiah belum ditawar… Wew… masih mahal ya?

Honda Jazz 2008

Honda Jazz 2008 (wikipedia)

Kondisi fisiknya masih lumayan bagus, dan hanya sedikit lecet pemakaian. Saat test drive, kondisi mesin juga masih halus suaranya, hanya bagian interior saja yang agak kurang bersih dan rapi. Sepertinya pemilik sebelumnya jarang merawat bagian interior 😦

Kalau dari kelapangan kabin dan bagasai jelas sangat cocok banget, namun niat ini kami tunda juga berhubung harganya yang masih terlalu mahal untuk mobil berumur 7 tahun!

Dan hingga akhirnya tidak lama setelah itu datang lagi tawaran dari seorang teman yang berprofesi sebagai sales mobil, sebuah Honda Fit warna putih tahun 2012 built up Jepang yang ditawarkan dengan harga 155 juta rupiah belum di tawar. Wuih… mobil built up Jepang nih 🙂

Setelah dicek, test drive, di cek lagi ke bengkel dan negoisasi, akhirnya deal dengan harga 150 juta rupiah. Inilah penampakannya waktu pertama kali di bawa pulang, Honda Fit TRD Sportivo :mrgreen: Lumayan lah dapat velg 18 inchi dan body kit Jazz Modulo 2012, entah asli atau tidak yang jelas ada tulisan Made in Japan di bempernya…

Honda Fit 2012

Honda Fit 2012

Honda Fit 2012

Jangan heran ya… di Batam sangat banyak orang yang suka dengan stiker TRD Sportivo, entah karena desinnya yang bagus atau cuma ikut-ikutan 😀 , yang jelas sampai di rumah stiker ini langsung saya lepas hahaha…

 

Related Post

 

 

Advertisements

15 comments on “From MIVEC to VTEC…

  1. Pingback: Mengenal Lebih Dekat Honda Fit CBU Tahun 2012 | MivecBlog.com

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s