Waduh… GM Akan Menutup Pabriknya di Indonesia. Gimana Nasib Chevrolet Spin?

Pabrikan Otomotif Raksasa dari Amerika Serikat akhirnya harus mengakui kekalahannya dengan pabrikan Jepang di Indonesia. Pabrikan yang pada beberapa tahun lalu atau tepatnya April 2013 lalu meluncurkan MPV penantang Avanza dan Xenia ini harus mengakhiri kiprahnya sebagai pabrikan mobil di Indonesia. Terhitung mulai Juni 2015 nanti, GM secara resmi menutup pabrik perakitan mobilnya di Pondok Ungu Bekasi dan merubah bisnisnya menjadi Distributor saja. Sayang banget yah…padahal pabriknya saja masih baru lho… (Diresmikan Mei 2013 kalau tidak salah) 😦

Chevy Spin

Pabrikan GM ini sebenarnya mampu memproduksi mobil sebanyak 40 ribu unit per tahun, sayangnya penjualan Chevrolet Spin tidak berdaya dihadapan MPV Jepang lainnya. Tahun lalu, Spin hanya terjual 8.412 unit saja, atau hanya sekitar 5% saja dari total penjualan Avanza tahun lalu.

Menurut General Manager Executive Vice President GM Stefan Jacoby, selain Spin yang kurang laku, tutupnya pabrik Chevrolet ini disebabkan oleh biaya produksi yang tinggi akibat rantai logistik yang terlalu ribet sehingga menyebabkan harga jual Spin yang kurang kompetitif. 

“Rantai Logistik Spin itu terlalu kompleks, dan kami memiliki volume yang rendah sehingga kita tidak bisa melokalisir mobil sesuai keinginan, dan dari sudut pandang biaya kami juga belum bisa kompetitif,” ujar Stefan Jacoby.

Chevrolet Spin Activ

Chevrolet Spin Activ

Lantas bagaimana nasib Chevrolet Spin di Indonesia?

Chevrolet Spin masih akan diproduksi di Indonesia hingga 30 Juni 2015 mendatang dan belum ada kabar apakah akan dipindahkan ke negara lain atau tidak. Akan tetapi untuk penjualan dan pemesanan Spin dan mobil Chevrolet lainnya masih berjalan seperti biasanya, jadi aman bagi yang sudah membeli Spin dan Chevy lainnya. Chevrolet akan terus melayani permintaan konsumen baik yang akan memesan maupun yang sudah memiliki Chevrolet, demikian juga dengan layanan after salesnya.

“Kita punya diler yang berkomitmen dan kita juga punya layanan purna jual. Brand kita tidak akan berhenti semata-mata karena tutup fasilitas produksi di Indonesia,” kata Maria Sidabutar selaku Public Relations Director General Motors Indonesia.

Namun, apakah tutupnya pabrik Chevrolet ini ada kaitannya dengan rencana pembangunan pabrik mobil murah Chevrolet yang bekerja sama dengan pabrikan China, SAIC Motor Corp beberapa waktu lalu? Bisa jadi bro… Soalnya mobil murah hasil kerja sama yang kabarnya akan menggunakan merk Wuling ini nantinya akan dijual kurang dari 100 juta rupiah. Bisa tambah nelongso Spin kalau terus dipertahankan…

 

Related Post

Advertisements

12 comments on “Waduh… GM Akan Menutup Pabriknya di Indonesia. Gimana Nasib Chevrolet Spin?

  1. dulu menggebu…. tp dari event launching Spin baru keliatan klo “cuma begini aja” ……promosi jg krg gencar, Captiva dibawa2 tp masih terbenam oleh bayang2 CRV & X-trail ….. gaung colorado juga tdk mempan melawan Ranger….. Trailblazer malah layu sbelum brkembang akibat “selingkuh” saudara tiri MU-X

    Padahal d Thailand merk AS cukup diterima, tp emg beda kondisi, disana double cabin laris manis 🙂

    • Ya…IMHO ini adalah blundernya GM ketika mengganti team marketingnya yang dulunya orang2 Indonesia dan malah diganti oleh asing…

      Jadinya ya…ancur sendiri… Padahal Spin seharusnya bisa berbicara banyak jika dipasarkan dengan benar

  2. Harganya mahal saat launching, dan susah didaerah dapet onderdil aslinya. apalagi gak semua bengkel bisa menangani mobil yang satu ini

  3. Pingback: Ikuti Chevrolet, Ford Menyerah dan Mundur dari Indonesia | MivecBlog.com

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s