Kasus BPJS Lagi, Pasien BPJS “Tersandera” di Rumah Sakit

Berbagai kabar miring perihal BPJS yang sudah banyak beredar di masyarakat. Kita bisa search di mbah google dengan kata kunci pasien “Kasus BPJS” atau “Pasien BPJS Meninggal”, hasilnya sangat banyak kasus tentang pasien BPJS yang menjadi “korban”. Di Batam, kasus yang menyangkut pasien BPJS dan Rumah sakit kembali terjadi, dan lagi-lagi pasien yang menjadi “korbannya”.

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan

Seperti diberitakan Tribun Batam hari ini, pasien BPJS yang sempat dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam tidak bisa pulang dari rumah sakit akibat adminstrasi yang belum terselesaikan. Padahal dokter yang merawatnya sudah mengijinkan untuk pulang dari rumah sakit sejak 31 Januari 2015 lalu. Sayangnya, akibat ketidaktahuan pasien dan juga kurangnya sosialisasi dari BPJS, pasien tidak bisa pulang akibat diharuskna membayar biaya 10 juta rupiah sebelum pulang. Berikut berita selengkapnya, seperti saya kutip dari Tribun Batam

Simamora (70), warga Tiban II, Sekupang, Batam terpaksa menghitung hari di ruang perawatan Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.

Selama tiga hari terakhir, pasien yang sempat kritis karena hipertensi ini, kini tambah gelisah karena tak kunjung bisa meninggalkan rumah sakit, meskipun dokter telah membolehkannya pulang.

“Saya ini menjadi tahanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan), saya memang jadi sandera program BPJS. Saya sudah setahun menjadi peserta, tapi harus bayar. Saya tak rela bayar sepeser pun,” ucap Simamora dengan napas terengah-engah kepada Tribun yang menemuinya di sal perawatan kamar 317 RSAB, Senin (2/2) sore.

Simamora menceritakan, dirinya dilarikan ke RSAB sejak tanggal 12 Januari dinihari dalam kondisi kritis. Ia langsung dirawat di ruang emergency. Hingga tanggal 31 Januari ia mendapat perawatan dari dokter sebagaimana mestinya.

Pada Sabtu (31/1) pagi, pihak dokter pun menyatakan dirinya sudah diperbolehkan pulang ke rumah dan dipersilakan mengurus administrasi di ruangan rumah sakit setempat. Namun alangkah kagetnya Simamora dan istrinya ketika dirinya harus tetap membayar uang perawatan sekitar Rp 10 juta.

Pihak RSAB menyatakan dirinya tidak memenuhi persyaratan untuk klaim perawatan dalam program BPJS. “Saya sudah terkapar, semua kalut. Kami juga tak tahu jika ada persoalan (mengganjal) gara-gara sebuah surat tidak disampaikan ke BPJS,” kata Simamora.

Simamora - Peserta BPJS yang "tersandera" di RS Awal Bros

Simamora – Peserta BPJS yang “tersandera” di RS Awal Bros

Menurutnya, BPJS mewajibkan pasien peserta BPJS mengkonfirmasi ke BPJS dalam waktu kurang dari tiga hari. Simamora mengaku sama sekali tidak tahu dan selama ini tak ada pemberitahuan.

“Lho di (lantai) bawah rumah sakit ada petugas BPJS, kami juga tidak dikasih tahu. Kami semua kalut, tak sempat berpikir sejauh itu. Setahu saya, sudah setahun menjadi peserta tentu akan langsung dilayani,” katanya.

Pria pensiunan perusahaan swasata itu benar-benar mengaku kesal dengan program BPJS yang ternyata masih tak mulus dijalankan di masyarakat bawah. Ia pun menyatakan telah berupaya mengadukan masalah tersebut dengan mengirim SMS ke Presiden Joko Widodo maupun Ombudsman.

Saat Tribun Batam membesuk di kamar perawatannya berukuran sekitar 2,5 x 2 meter itu, Simamora masih terlihat sibuk bersama istrinya menyiapkan berkas-berkas untuk mengurus haknya ke BPJS. Simamora terus berusaha menghubungi siapa saja yang bisa membantu memecahkan persoalan yang ia rasa tidak beres tersebut.

Sementara itu sang istri tampak buru-buru ingin pergi dan mendatangi Kantor BPJS di Batam Centre. Di sela-sela pembicaraan, Simamora sempat berniat menuliskan kata-kata “tahanan BPJS” untuk difoto dan dimuat di media. Ia sangat kesal dengan persoalan yang serba kaku dan menyulitkan masyarakat tersebut.

“Saya kecewa, saya tak ingin peserta BPJS lain menjadi korban permainan seperti ini. Saya hanya berharap tidak ada mafia dalam program ini. Kejadian seperti saya kata orang-orang pernah terjadi, tapi saya harap masalah ini bisa terbuka,” katanya.

Yang membuat dirinya tambah heran, ia harus membayar sekitar Rp 10 juta dan setiap kali ditanyakan ke bagian administrasi RSAB maupun petugas BPJS, biaya perawatan juga sempat berubah-ubah jumlahnya.

Direktur Humas RSAB, dr Cintya yang dikonfirmasi Tribun terkait nasib Simamora yang tertahan di ruang perawatan, menyatakan RSAB memang telah berkoordinasi dengan BPJS. Menurutnya, klaim BPJS Simamora tidak disetujui karena ia tidak menyerahkan kembali SEP (surat eligibilitas peserta) ke BPJS. Padahal kesempatan yang diberikan masimal tiga hari.

“Klaim memang tidak disetujui karena tidak menyerahkan SEP. Memang begitu persyaratannya sehingga kami (RSAB) tidak bisa apa-apa. Atas kebijakan BPJS itulah maka klaim dicover dari tanggal 26 Januari hingga 31 Januari, totalnya sedemikian itu,” kata dr Cintya lagi.

Ditanya mengenai apakah tidak ada koordinasi proaktif RSAB dengan petugas BPJS yang ada di RSAB, dr Cintya menyatakan, hal itu sepenuhnya dari pasien. Ia mengakui di tempatnya ada petugas BPJS yang standby, yakni dr Icha, namun tak mengurusi masalah tersebut.

Dr Cintya pun meminta agar pasien memahami mengenai persyaratan yang harus dipenuhi sehingga kasus serupa tidak terulang lagi.

Sementara itu anggota DPRD Kota Batam Rindo Purba yang sempat mendapatkan pengaduan dari keluarga Simamora mengaku telah menguhubungi pimpinan BPJS Batam. Namun demikian pihak BPJS tetap beralasan ada persyaratan administratif yang kurang.

“Saya hanya bisa berharap, janganlah kaku dalam penerapan program seperti ini. Tujuannya juga untuk kesejahteraan masyarakat. Selain BPJS, tentu saja rumah sakit juga jangan terlalu kaku terpatok pada aturan yang birokratis. Harusnya proaktif memberikan layanan. Pasien mana mungkin tahu kalau tidak dikasih tahu,” katanya.

Dari kisah diatas, memang menurut saya ada kurangnya pengetahuan prosedur apa saja yang harus dilakukan pasien apabila opname di rumah sakit. Hal ini jelas sekali akibat kurangnya sosialisasi dari pihak BPJS Kesehatan. Saya pernah mengikuti sosialisasi BPJS Kesehatan ini ditempat kerja saya tanggal 23 Desember 2014 lalu, dan dalam sosialisasi tersebut saya tidak mendengar sekalipun petugas BPJS menyebutkan SEP (Surat Eligibilitas Peserta) ini. Berikut saya lampirkan Materi Sosialisasi BPJS yang saya dapatkan, silakan buka link berikut.

Materi Sosialisasi BPJS Kesehatan

Selain kurangnya sosialisasi, menurut saya seharusnya pihak rumah sakit dan BPJS juga bisa berkoordinasi lebih baik lagi. Jika ada pasien BPJS yang rawat inap/berobat, akan lebih baik jika rumah sakit memberikan info/memo ke loket BPJS yang ada di setiap rumah sakit, sehingga tidak saling menunggu dan akhirnya pasienlah yang menjadi korban. Dari pihak pasien juga seyogyanya agar bisa aktif bertanya ke loket BPJS jika berobat ke rumah sakit, apalagi jika baru pertama kali berobat menggunakan fasilitas BPJS.

So, gimana menurut sampeyan?

#Semoga masalahnya bisa segera selesai

 

Related Post

Advertisements

14 comments on “Kasus BPJS Lagi, Pasien BPJS “Tersandera” di Rumah Sakit

  1. Alhamdulillah saya juga “korban” BPJS, istri terkena ektopik dan harus segera dioperasi hari itu juga. Dengan total biaya 26jt (operasi + rawat inap 3 hari). Duit yg keluar dari kantong pribadi 23rb buat test pack, ojek, tarif krl bolak balik ambil berkas, selebihnya yg 26jt itu dicover bpjs.

    Syarat-nya apa ? ikutin semua prosedur dan berkas serta copy-an berkas yg disyaratkan…

    • Mantab mas…alhamdulillah
      Sebenarnya memang program ini sangat bagus…tinggal sosialisasinya saja yang menurut saya kurang banget…
      Dan mungkin mungkin koordinasi antar pihak terkait yang masih kurang…

      Lebih enak lagi kalau dibuat sistem online, jadi ngga perlu bolak-balik buat ngurus2nya 🙂

    • Iya mas…baca ginian bikin ga enak hati banget… Makanya saya bantu angkat…biar semua bisa berbenah…Program yang sebenarnya bagus tapi mungkin karena banyak yg belum siap…jadinya ya di awal2 akan banyak yang menjadi “korban”

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s