Penempatan Plat Nomer Depan, Yang Jadi “Kontroversi” Dari Dulu Hingga Sekarang

Penempatan plat nomor selalu menjadi “hambatan” bagi penggila modifikasi kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor. Kebanyakan adalah karena katanya mengurangi penampilan motor atau mobilnya, terutama untuk penempatan plat nomor di bagian depan. Benarkah?

Plat Nomor

Plat Nomor (Pict : Google)

Kalau kita lihat di jalan, banyak sekali motor dan mobil terutama motor sport dan mobil sport yang tidak ada plat nomernya di bagian depan. Kalaupun ada biasanya diletakkan di belakang windshield atau di bawah radiator untuk motor, dan juga di atas dashboard untuk mobil.

Plat Nomor Motor di belakang Windshield (KomputerMotor.com)

Plat Nomor Motor di belakang Windshield (KomputerMotor.com)

Padahal menurut UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jelas-jelas sudah mengatur tentang penggunaan dan penempatan plat nomor ini, yaitu di pasal 280 dan juga pasal 68. 

Pasal 280 UU No. 22 Tahun 2009

Pasal 280 UU No. 22 Tahun 2009

Pasal 68 UU No. 22 Tahun 2009

Pasal 68 UU No. 22 Tahun 2009

Dari 2 pasal di atas sangat jelas, bahwa kendaraan bermotor tanpa plat nomor akan dikenakan pidana maksimal 2 bulan penjara atau denda maksimal 500 ribu rupiah. Kemudian plat nomor yang dipasang juga tidak boleh sembarangan, karena harus mengikuti persyaratan tertentu, yang diatur dalam peraturan Kepala Kepolisian RI No. 5 tahun 2012, seperti di bawah ini.

Pasal 39 Peraturan Kepala Kepolisian

Pasal 39 Peraturan Kepala Kepolisian

Lihat saja di pasal 39 ayat 6 di atas, jelas sekali disebutkan bahwa “TNKB dipasang pada bagian sisi depan dan belakang pada posisi yang telah disediakan pada masing-masing Ranmor”. Jadi plat nomor wajib ada di bagian belakang dan depan motor atau mobil dan dikeluarkan oleh Korlantas Polri. Berarti plat nomor stiker dan juga plat nomor palsu memang bisa ditilang 🙂 . So lebih baik dan lebih aman, pastikan plat nomer selalu terpasang pada kendaraan bermotor kita.

Namun, menurut saya ada sedikit kurang detail di bagian “sisi depan dan belakang” dan juga “posisi yang telah disediakan”. Maksudnya apa ya? Apakah plat nomor di atas dashboard termasuk sisi depan? Ataukah harus dipasang dibemper? Apakah plat nomor di  belakang windshield termasuk sisi depan? Bagaimana jika mobil atau motor tersebut tidak mempunyai tempat plat nomor yang diberikan produsen mobil/motor? Misalnya motor/mobil dari IU misalnya yang mungkin mengadopsi peraturan negara lain yang hanya menggunakan plat nomer di bagian belakang saja.

Ada yang bisa memberi masukan/pencerahan…?

Advertisements

33 comments on “Penempatan Plat Nomer Depan, Yang Jadi “Kontroversi” Dari Dulu Hingga Sekarang

  1. Kalo saya sih…ehmmm
    Mending plat nomornya di bikin rapi
    Lg pula nilang motor yg gk ada pelatnya
    Mikir lah plat 2014 dah tipis catnya jelek dan nunggu berbulan2.
    Tapi jangan kayak motor revo fi kawan saya dah bener depan belakang malah terbalik masangnya yang atas jadi ke bawah

  2. Pingback: 5 Tanda Motor Bisa Kena Tilang Polisi | Inside Helmet

  3. Terkadang membingungkan …
    teman saya Anggota TNI ninjanya gpke plat di dpan tapi gdtilang
    kenapa saya kenaa tilaang… platnya ada di tas pdhl.
    Tuh polisi dkasih gocap lgsg ijinin jalan lg …
    ini gmn gan kalo kygni ….

  4. mau nanya nih gan,,motor saya KLX di ganti batok nya jadi buat plat nomor otomatis gak ada.. itu gmn yah? sempat debat ama polisi,saya bilang mau di simpen dmn pak,,saya beli second udah keadaan gini. jadi saya simpen plat nya di dkt mesin menghadap ke depan.

      • Aturan mana ya, atau pasal mana yg mengatakan harus dipasang dibagian terdepan? Kalo menurut sy mau dipasang dibagian depan manapun asal masih bisa dibaca ngga masalah. Kecuali dipasal tersebut dikatakan bahwa pemasangan harus dibagian “terdepan” dan tidak boleh terhalang oleh bagian apapun pd motor tsb. Btw intinya mari kita sama2 kritisi dan hentikan oknum2 yg suka cari2 kesalahan.

      • Maksudnya bagian depan yg mudah dilihat dan tidak terhalang apapun. Kalau di dekat mesin kan pasti terhalang roda jd tidak terlihat dr depan.

        Setuju untuk yg terakhir… kritis itu harus. Tp aturan yg jelas dan detail juga harus disediakan oleh pemerintah. Klo aturan masih multitafsir gini tetep aja kita yg kalah

  5. Intinya UU kurang detail, jd bikin bnyk oknum yg mencari selah dr UU, seharusnya TNKB itu mengikuti produsen kendaraan bermotor, kalo kyk mobil ferari dll apa ada dudukkan plat di depan? Motor sport di atas 250cc up jg ga ada dudukkan plat nomornya spek aslinya, kalo yg 250 cc atau di bawahnyakan udah pabrikkan disini, jd ya sudah di pastikkan ada dudukkan plat nomor didpn apapun motornya, karena UU yg tidak detail itu td. Apalagi panjang plat sekarang tidak wajar, coba di pasang didpn pada motor sport, udah kyk bawa perisai…hahaha.,, menurut saya, mengapa masyarakat indonesia selalu dianggap melakukan pelanggaran pada TNKB karena:
    1. Bentuk terlalu panjang,
    2. Pengecatan TNKB seperti asal2an padahal mereka mempunyai anggaran sendiri, yg seharusnya jdnya bagus tuh TNKB
    3. Tidak adanya yg mengatur penempatan plat nomor depan pada kendaraan yg tidak di design mempunyai tmpt plat no. Dibagian depan.

  6. Pasal 39 : TNKB diadakan terpusat oleh korlantas polri, kalo bukan buatan korlantas maka dianggap tidak sah, aneh……….. sungguh aneh……….

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s