Apakah Lebaran dan Takbiran Sudah Ditetapkan Sebagai Helmet Free Day alias Hari Tanpa Helm?

1 Agustus, sudah 5 hari tidak nulis jadinya bingung mau nulis apaan… :mrgreen: . Tapi berhubung masih lebaran yo wis…nulis yang berhubungan dengan lebaran saja. Sejak malam takbiran hingga hari kelima lebaran ini, kalau di Batam banyak saya lihat para pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Pemandangan ini sangat berbeda ketika hari biasa dimana helm selalu menjadi kelengkapan wajib pengendara terutama ketika melewati jalan-jalan utama.

image

Ilustrasi Pengendara Motor tanpa Helm (sumber : google)

Kurang tahu untuk di daerah lain apakah juga sama atau tidak tapi kalau melihat berita di tivi sepertinya kok sama saja ya. Apakah memang selama Takbiran dan Lebaran, pengendara motor dibebaskan untuk tidak menggunakan helm? Pak pulisi yang bertugas pun sepertinya cenderung membiarkan kekeliruan ini.

Kalau membaca UU tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan sayapun tidak pernah menemukan pasal tentang peraturan spesial ini. Miris sekali, perayaan yang disambut dengan suka cita akan sangat mudah menjadi duka cita bila terjadi kecelakaan misalnya.

Tanggal 29 Juli kemarin, di hari kedua lebaran terjadi kecelakaan antara mobil pickup dan 5 buah sepeda motor. 6 orang tewas dan 2 lainnya kritis. Dan coba tebak… benar sekali, kabarnya sebagian besar dari mereka tidak menggunakan helm saat terjadi kecelakaan (mungkin ada yang bisa mengkonfirmasi kebenarannya?). Bukan bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tapi sebagai pengingat bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Saya turut berduka cita buat para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga bisa diproses sesuai hukum, tidak bebas begitu saja seperti kasus ini dan itu.

image

Kecelakaan di Barelang


image

Pickup yang ringsek

Aspal dan bemper mobil tidak menjadi empuk saat Lebaran, mereka tetap keras sekeras batu dan besi. Mereka tidak akan bisa diajak cincay-cincay saat kecelakaan.

Jadi apa susahnya bertakbir dan berlebaran dengan tetap menggunakan helm jika berkendara dengan motor? Apakah hijab atau sisiran rambutnya akan rusak jika pakai helm? Lebih takut mana, hancur helm atau kepala?

So, sebelum kebiasaan salah ini menjadi peratutan tidak tertulis yang “dibenarkan”, mari kita rubah kebiasaan ini… Bagi Pak Pulisi, tolong untuk tetap menjalankan peraturan dengan tidak mengenal waktu… akan lebih indah jika Lebaran dan Takbiran tetap dilaksanakan dengan tertib dan aman.

* Terinspirasi dari tulisan BatamPos, ditulis tepat 9 tahun saya bekerja di Batam 🙂

Advertisements

2 comments on “Apakah Lebaran dan Takbiran Sudah Ditetapkan Sebagai Helmet Free Day alias Hari Tanpa Helm?

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s