Mantab, Pompong Tenaga Matahari karya Mahasiswa Poltek Batam

Pompong, sebuah perahu kayu kecil yang menggunakan motor tempel berbahan bakar solar dibagian belakang adalah alat transportasi utama di daerah-daerah hinterland/daerah pinggir laut Batam, seperti Sekupang, Piayu Laut, Belakang Padang, Penyengat, dan lain-lain. Walaupun boros, namun tetap dianggap sebagai transportasi paling murah, mudah dan cepat bagi masyarakat hinterland karena tidak adanya jembatan yang menghubungkan pulau-pulau kecil di sekitar Batam.

Deretan Pompong di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam

Deretan Pompong di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam

Karena Pompong yang boros inilah, maka Mahendra Prisca mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polikteknik Negeri (Poltek) Batam berusaha membuat pompong yang irit dan mudah perawatannya. Iapun menciptakan Pompong ber-Solar Cell dalam tugas akhirnya. Sebenarnya sudah diujikan tahun 2013 lalu, dan lulus. Namun proyek ini juga dilanjutkan ke tingkat pusat dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa tahun 2013. Jika disetujui maka akan dikembangkan lebih lanjut dengan dana dari pusat (BatamPos).

Mahendra Prisca dengan Switch Kontrol Module Pompong Ciptaannya

Mahendra Prisca dengan Switch Kontrol Module Pompong Ciptaannya

Saya kutip dari BatamPos, cara kerja sistem ini sederhana. Mesin itu tak lagi menggunakan solar sebagai bahan bakar utama. Tetapi menggunakan listrik. Listrik itu dari dua sumber energi. Pertama, energi surya. Kedua, energi gerak. Energi surya yang Mahendra gunakan dihimpun dari solarcell. Hasil dari solarcell kemudian masuk ke dalam baterai. Ia menggunakan dua buah baterai dalam bentuk aki. Sistem pengisiannya dibuat otomatis. ”Solarcell itu rencananya akan dipasang di tenda pompong,” ujar Mahendra.

Ketika siang hari, pompong akan memanfaatkan tenaga dari sinar matahari. Namun, ketika malam tiba dan tidak ada cahaya matahari, mesin akan memanfaatkan energi gerak generator. Pengubahan sistem pengisian dari energi surya ke energi gerak juga berlangsung secara otomatis. Ketika menggunakan generator, pompong ini akan mengisi baterai hanya ketika ia melaju. Ketika ia diam, baterai tak akan terisi. Namun, pompong itu akan tetap berjalan sebab, satu mesin akan dilengkapi dua buah baterai. Satu baterai yang kosong akan terisi secara otomatis.

Mahendra menggunakan program smart relay untuk mengatur perpindahan beban pada baterai ( sepertinya pakai PLC tuh 🙂 ). Sistem pemrograman ini menjadi sistem kerja keseluruhan proyek ini. ”Saya mengubah sistem dieselnya menjadi sistem baterai,” tambahnya.

Naik Pompong ke Belakang Padang

Naik Pompong ke Belakang Padang

Mantablah, semoga proyek ini dilanjutkan hingga masspro. Walaupun biaya di awal mahal, namun biaya harian dan perawatannya akan sangat murah. Apalagi kondisi Batam yang panas, pasti sangat cocok dengan pompong ini. Siapa tahu biaya naik pompong bisa semakin murah, soalnya saya termasuk salah satu pengguna jasa pompong ini untuk transportasi saya dari Batam ke Belakang Padang 😀

 

Advertisements

14 comments on “Mantab, Pompong Tenaga Matahari karya Mahasiswa Poltek Batam

  1. mantab deh anak indonesia
    tapi saya masih ngeri naik pompong
    pernah hari minggu mendung angin kuat plus ombak tinggi plus ombak ferri yang kencang sampai airnya masuk ke kapal ……

  2. bro tadi di tiban3 ada lancer evo 9 abu abu lg ngisi bensin pertamax plus pengen di foto tapi gak di bolehin sama petugasnya sayang banget,penasarran itu evo modif atau asli ya?

  3. Semoga kelak semakin banyak Mahendra2 lainnya di Indonesia yang peduli dengan masyarakat sekitar dan tentu negara Indonesia tercinta 🙂

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s