Waduh, Subaru WRX STi Terbaru Banyak Yang Jebol Mesinnya!

Saingan berat Mitsubishi Lancer Evolution dari pabrikan Jepang lainnya, yaitu Subaru WRX STi yang mampu menghasilkan tenaga lebih dari 300 hp dan torsi 400 Nm ternyata banyak yang mengalami masalah di Indonesia. Beberapa mobil yang masuk ke bengkel semuanya disebabkan oleh problem di bagian mesin yaitu kompresi bocor dan mengeluarkan asap putih pada knalpot, tanda oli masuk ke ruang bakar. Wew…kan mobil baru 😯

Lancer Evo X vs Subaru WRX

Lancer Evo X vs Subaru WRX

Kabar ini diberitakan oleh Otomotifnet.com, hari ini 12 Juni 2014. Tercatat sudah 3 Subaru WRX masuk bengkel resmi Subaru di Pondok Indah, Jakarta selatan. Ketiganya termasuk keluaran baru keluaran tahun 2013 dan 2014 dengan kasus serupa yaitu mesin terasa bermasalah. Namun ternyata, selain ketiga mobil tersebut, terdapat satu lagi Subaru STI keluaran 2014, yang tengah di-overhaul di bengkel non resmi. Pemiliknya sengaja tidak ke bengkel resmi karena sudah mengetahui peraturan dasar dari APM (Agen Pemegang Merek).

“Jadi buat apa diklaim ke APM. Kan garansi sudah hangus,” terang James Hanjaya, pemilik Subaru STI 2014 warna putih, saya kutip dari otomotifnet.

Loh memang masalahnya apa? Menurut James, kesalahan terletak dari mapping ECU yang memang bukan untuk market Indonesia. “Kayaknya timing terlalu advance. Mungkin jika disesuaikan dengan piggyback, tidak akan terjadi kasus seperti ini,” ujar James yang sedang mengganti piston dan setang piston kompetisi agar tidak ringkih seperti bawaan pabrik. Nah, ini masih kayaknya lo ya…

Namun, setelah dicek lebih lanjut di buku manualnya, Subaru WRX STi ternyata mengharusnya pemiliknya untuk menggunakan bahan bakar minimum oktan 98, wow…harus Pertamax Racing nih. Padahal bahan bakar yang dijual bebas di Indonesia, nilai oktannya masih kurang untuk mesin Subaru karena Pertamax Plus “hanya” beroktan 95. Waduh 😦

Manual Subaru WRX STi

Manual Subaru WRX STi

Ooo…yo pantes kalo gitu, jelas saja STi bisa cepat jebol kalau tidak menggunakan bahan bakar yang sesuai. Jadi semua mobil atau motor apapun, seyogyanya memang harus menggunakan bahan bakar yang sesuai, agar awet tentunya. Terakhir, bonus foto-foto rusaknya jeroan mesin Subaru WRX STi ini.

Problem Mesin Subaru WRX STi 2014

Problem Mesin Subaru WRX STi 2014 – Klep rusak

Problem Mesin Subaru WRX STi 2014

Problem Mesin Subaru WRX STi 2014 – Ring Piston patah

Problem Mesin Subaru WRX STi 2014

Problem Mesin Subaru WRX STi 2014 – Blok silinder baret

Advertisements

21 comments on “Waduh, Subaru WRX STi Terbaru Banyak Yang Jebol Mesinnya!

  1. Edan!mintanya nenggak oktan 98!
    @rify kalo kompresinya memenuhi syarat dengan BBM di Indonesia(Pertamax/P Plus) gak masalah kok mas

    • info dari dealer, mesin mobil WRX STi yang jebol itu sebelumnya sdh dimodifikasi dan dibuat trek2an di sirkuit Sentul, makanya pemilik tidak kembali ke bengkel resmi krna sdh tahu salah. Ane punya mobil sejenis, sdh jalan 3300 km tidak pernah ada masalah. Oktan tinggi 98 bisa tetap pakai yang 95, paling performa mesinnnya sdkt be kurang, bukan penyebab jebol mesin jika pemakaiannya wajr

      • nope nope nope! punya saya full standard akhirnya ambruk di kilometer 10.xxx, padahal baru aja beberapa hari keluar dari bengkel utk servis berkala … waktu dibongkar, 2 piston pecah ring nya, untung saja daleman mesin tidak sampai baret sehingga tidak perlu oversize, best guess, memang dari bahan bakar yg tidak sesuai (RON98 minimum) .. anyway, good luck! semoga punya Mas Prabu tidak pernah mengalami hal yang sama dengan saya.

  2. Punya saya baik” saja pakai oktan 92. Mungkin yang jebol seting nya yg abal”.. Soalnya yg saya tau wrx sti ga bisa sembarangan modif. Yah pantes aja jebol klo modif abal” trus gaya”an dipake di sentul.

  3. yahh sayang amat…..gw pake wrx upgrade smpe skarang ga ada masalah, cuma 1 kuncinya bahan bakar minimal pertamax racing kalo sdh di upgrade. kalo pake pertamax plus pasti jebol. logikanya harus jalan. semoga jng buang2 duit lagi deh cm gara2 bbm. dan satu lagi yang terpenting kalo maping harus di bengkel yg sdh d recomend jangan d bengkel abal2. malu2in aja mobil kenceng modif irit. bahaya tuh boss

  4. menurut pendapat saya hanya 1 solusinya pasang pinggyback untuk memanipulasi pembakaran.(efek negatifnya bbm boros)

    tp kalau pingin agak ribet buat costom paking baja yg tebal,untuk menurunkan rasio kompresi.(efek negatifnya power mesinnya turun)

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s