Air Wiper Ternyata Bisa Menjadi Sumber Penyakit Mematikan

Berita terbaru tentang penyakit radang paru-paru atau dikenal sebagai Pneumonia datang Arizona State University. Seorang profesor di universitas tersebut telah menemukan bahwa salah satu bentuk penyakit Pneumonia yaitu Legionella atau dalam bahasa jawanya Legionnaires Disease ternyata juga bisa disebabkan oleh semprotan air wiper mobil. Lho kok iso?

Wiper Fluids Container

Wiper Fluids Container

Penyakit Legionnaire merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang pada pernapasan. Penyakit ini disebut juga sebagai Legionella Pneumonia atau Pontiac Fever, karena dikategorikan sebagai penyakit pneumonia berat atau parah, yang juga dapat menyebabkan demam Pontiac. Jenis penyakit ini merupakan infeksi saluran permapasan akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophilia, serta spesies lain dari Legionella yang juga dapat menyebabkan serangkaian penyakit pernapasan lainya, seperti batuk ringan, demam, dan pneumonia (http://doktersehat.com).

Penyakit ini pernah terjadi di Philadelphia Amerika Serikat pada tahun 1976 dengan jumlah kasus lebih dari 200 orang dan kematian 34 orang. Di Indonesia kasus ini ada di sejumlah tempat antara lain di Bali (1996), di Karawaci Tangerang (1999), dan di sejumlah kota lainnya. Dari hasil survei tahun 2001 atas petugas air menara sistem pendingin di hotel-hotel di Jakarta dan Denpasar ditemukan hampir 90 persen pernah terpapar bakteri Legionella (http://kalbe.co.id). Terang saja karena bakteri Legionella biasanya memang berkembang di air, khususnya pada lingkungan yang hangat seperti pada bak mandi dengan air panas, tangki berisi air panas, sistem pipa dan sistem pendingin udara (AC).

Bakteri Legionella

Bakteri Legionella

Nah bagaimana hubungannya dengan air wiper? Otto Schwake, salah satu kepala penelitian Ph.D mikrobiologi di Arizona State University telah melakukan penelitian bahwa bakteri ini dapat hidup dan berkembang biak di dalam air wiper maupun cairan wiper yang biasa kita beli di toko atau bengkel otomotif. Hal ini memungkinkan karena kondisi air wiper yang biasanya hangat (karena di dalam ruang mesin) dan komposisi air wiper yang tidak mengandung methanol ataupun alkohol yang bisa mematikan bakteri. Jadi saat air wiper disemprotkan, bakteri di dalamnya akan ikut diterbangkan ke udara dan rawan terhirup oleh sopir ataupun orang-orang disekitarnya.

Bis Sekolah

Bis Sekolah

Penelitian ini dilakukan pada 5 bus sekolah di Arizona di beberapa musim. Hasilnya semua bis tersebut mengandung bakteri Legionella ini baik di dalam wiper maupun di dalam kabin. Untuk di dalam air wiper konsentrasi bakteri ini adalah 120 cell per meter kubik saat air wiper disemprotkan. Sebagai pembanding konsentrasi 10 hingga 200 cell per meter kubik biasanya ditemukan pada kasus penyakit Legionella. Schwake juga menyatakan bahwa dalam 1 bus terdapat sekitar 1 miliar bakter ini. Hii…seremm….

“When we performed air sampling while the buses were washing their windows, we found concentrations as high as 120 cells per cubic metre,” Schwake said. “Just as a point of reference, a lot of outbreaks that occur for legionnaire’s disease report concentrations from 10 to 200 … so it falls within that range.”

Semprotan Wiper

Semprotan Wiper

Namun penelitian ini juga masih menimbulkan satu pertanyaan, kenapa efek dari bakteri dalam air wiper ini tidak berdampak banyak terhadap kesehatan manusia disekitarnya? Sehingga Schwake juga berkeinginan untuk melanjutkan penelitiannya bersama dengan grup peneliti dari Australia. Kalau tanya saya terus terang tidak tahu, suwer… 😀

So hati-hati ya dengan air wiper, kalau perlu rutin diganti untuk mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit ini.

 

Sumber :

  1. http://www.washingtonpost.com/news/to-your-health/wp/2014/05/19/guess-where-researchers-found-the-bacteria-that-causes-legionnaires-disease/
  2. http://www.abc.net.au/news/2014-05-21/legionella-thrives-in-windscreen-wiper-fluid-study-finds/5466856
Advertisements

13 comments on “Air Wiper Ternyata Bisa Menjadi Sumber Penyakit Mematikan

    • Kalau yang saya tangkap dari sumber beritanya bakteri ini bisa mati dengan menambahkan methanol atau alkohol. Tapi efek buat kaca dan cat mungkin tidak bagus.
      Soalnya disitu juga dijelaskan bakteri ini bisa hidup dalam air wiper “kemasan” yang dijual di toko-toko yang pada dasarnya sudah seperti shampoo.

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s