PLN Batam Ternyata Menggunakan Mesin Made in China, KW Pula…!

Tanggal 2 Mei 2014 lalu, PLN Batam mengumumkan bahwa akan ada pemadaman bergilir untuk semua daerah di seluruh Batam. Dalam pengumuman resmi PLN tersebut, disebutkan bahwa pemadaman bergilir dimulai dari tanggal 5 Mei hingga 12 Juni 2014 mendatang. Padahal di tanggal-tanggal tersebut, hampir semua pelajar sedang menghadapi Ujian. Mosok harus gelap-gelapan terus… 😦

Gedung Bright PLN Batam

Gedung Bright PLN Batam

Alasan pemadaman bergilir ini adalah adanya pemeliharaan rutin PLTU Tanjungkasam yang kapasitasnya maksimalnya mencapai 2×55 Mega Watt. Total kapasitas PLN Batam adalah 340 MW, sedangkan saat beban puncak bisa mencapai 320 MW, sehingga cadangan tenaga listrik PLN Batam sangatlah sedikit. Jika dikurangi dengan satu pembangkit di PLTU Tanjungkasam, maka PLN Batam akan kekurangan daya sekitar 35 MW saat beban puncak.

PLTU Tanjungkasam

PLTU Tanjungkasam

Bersumber dari Majalah Batam Pos, ternyata mesin pembangkit di PLTU Tanjungkasam ini memang sering sekali rusak. Sejak beroperasi, PLTU Tanjungkasam selalu “sakit-sakitan”. Dalam setahun, paling tidak tiga kali pembangkit itu rusak. Penyebabnya, seperti yang diungkapkan PLN Batam, sangat beragam. Dari kemarau hingga air garam. PLN Batam juga mengakui mesin China yang digunakan di Tanjungkasam bukan produk original tapi KW 1. What…perusahaan sekelas PLN menggunakan produk KW yang harganya Miliaran rupiah…ckckck 😡

“Tapi dibandingkan dengan beberapa wilayah lainnya di Indonesia yang menggunakan mesin buatan China hanya di Batam yang mampu survive (bertahan),” ung-kap M. Tagor EB Sidjabat, Direktur Operasi PLN Batam.

Terus, apakah masyarakat Batam menerima begitu saja? Tentu saja tidak!

Pemadaman inipun menyulut protes dari banyak kalangan, mulai rumah tangga hingga industri. Berkali-kali demo di depan kantor PLN, tapi PLN masih tetap pada pendiriannya, pemadaman bergilir. Kekesalanpun makin memuncak karena sebenarnya PLN Batam sanggup mengatasi masalah itu jika mereka bersedia menyalakan pembangkit diesel yang mereka miliki. Total kapasitas PLTD PLN Batam adalah 55,8 MW. Lebih dari cukup untuk menutupi defisit pasokan selama PLTU Tanjungkasam rusak, yaitu 35 MW.

Demo di depan kantor PLN Batam

Demo di depan kantor PLN Batam

Hanya saja, PLN Batam enggan menggunakan aset tidur mereka itu dengan alasan sedang tak ada uang alias rugi. Humas PLN Batam Akhirul Saleh mengatakan kondisi keuangan PLN Batam saat ini sangat tidak mungkin untuk membeli solar dengan harga yang sangat mahal.

“PLN Batam bisa makin rugi kalau menghidupkan PLTD yang bahan bakarnya sangat mahal itu,” kata Akhirul.

Sementara dari pemerintah, Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Casbulatov juga mengecam sikap PLN Batam yang mengabaikan nasib orang banyak itu. Ia merujuk pada UU Ketenagalistrikan dimana pelayanan konsumen harus diutamakan.

“Itu risiko jadi perusahaan yang melayani publik,” kata Ruslan.

Nah, gimana mas bro & sis. Perusahaan sekelas PLN yang menyuplai listrik di seluruh kawasan Batam ternyata menggunakan mesin KW made in China. Mungkin kalau Made in China tidak begitu masalah asal standardnya benar-benar qualified, minimal ada sertifikat ISO9001 dan juga sertifikat internasional lainnya. Lha ini, sudah Made in China ngga jelas, KW lagi…

 

Advertisements

13 comments on “PLN Batam Ternyata Menggunakan Mesin Made in China, KW Pula…!

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s