Colokan Listrik Aja Pakai Standar Singapura?

Pernah ke Batam? Bingung mau ngecas HP, Laptop atau Kamera? Kalau begitu mas bro semua tidak sendirian karena saya pun demikian :mrgreen: . Ketika pertama kali datang ke Batam bawa hp Ericsson A3618 super jadul, saya bingung gimana mau ngecas-nya. Lha ternyata… semua colokan listrik (bahasa Indonesia yang bener apa ya?) di Batam menggunakan colokan model 3 kaki. Kalau menurut wikipedia, tipe yang digunakan adalah tipe G seperti yang biasa digunakan di Singapura.

Colokan Type G (3 kaki)

Colokan Tipe G (3 kaki)

Lantas gimana caranya bisa ngecas hp atau laptop? Ya mau nggak mau harus diakalin atau pakai universal adapter atau adapter kaki 3 ke kaki 2 seperti foto dibawah ini.

Universal Adapter - Untuk semua model

Universal Adapter – Untuk semua model

Plug Adaptor Khusus Kaki 3 ke Kaki 2

Plug Adaptor Khusus Kaki 3 ke Kaki 2

Kalau menurut wikipedia, standar colokan listrik yang digunakan di Indonesia adalah tipe C dan F yang hanya berkaki 2. Lantas kenapa semua instalasi listrik di Batam menggunakan standar kaki 3 atau standar Singapore? Kenapa tidak ada yang protes atau menindak lanjuti isu ini? Hehe… jawabannya nggak tahu. Kalau saya sih hanya bisa menulis dan bilang “itulah Indonesia”. Standar sudah ada tapi tidak dilakukan, malah menggunakan standar dari negara lain.

Colokan Tipe C

Colokan Tipe C

Colokan Tipe F

Colokan Tipe F

Sama halnya dengan helm, Indonesia sudah mempunyai standar SNI untuk helm yang beredar di Indonesia, walaupun banyak mengundang pro dan kontra namun standar sudah ada dan seharusnya dilaksanakan. Tapi apa yang terjadi? Helm yang beredar justru berstandar Snell, DOT, dan lain-lain atau bahkan tidak mempunyai standar sama sekali. Memang benar, standar Snell, DOT dan standar-standar luar negeri tersebut bisa dibilang kualitasnya (mungkin) lebih baik dari helm standar SNI dan sudah sangat teruji karena dipakai di ajang balap internasional, namun tetap saja belum berstandar SNI 😀

Helm AGV Rossi - Snell FIM Standar

Helm AGV Rossi – Snell FIM Standar

Kembali ke laptop colokan listrik…

Sebenarnya sudah banyak incident ataupun accident mengenai colokan listrik tipe G tersebut. Karena semua peralatan elektronik yang dijual di Batam (bukan barang BM) menggunakan standar colokan listrik C atau F, maka banyak pengguna rumah tangga yang mengakali colokan listrik tersebut dengan cara di bawah.

  1. Menyelipkan batang kayu atau apa saja ke lubang ketiga (lubang di tengah)
  2. Mencungkil kait pada lubang ketiga (lubang di tengah) dengan kunci atau obeng saat menyolokkan plug
  3. Menggunakan adapter

Alhasil potensi bahaya kebakaran, konsleting, atau kesetrum sangat besar. Cara 1 dan 2 jelas sangat berbahaya karena rawan kesetrum atau konsleting. Silakan lihat foto di bawah untuk lebih jelasnya. Sedangkan cara ketiga yang menurut saya paling aman, walaupun tetap saja ada potensi bahaya karena mungkin adapter yang digunakan juga belum berstandar SNI. Tuh kan…

Cara 1, Memasukkan kayu atau plastik ke dalam colokan tengah

Cara 1, Memasukkan kayu atau plastik ke dalam colokan tengah

Cara 2, mencungkil kaki tengah dengan kunci atau obeng

Cara 2, mencungkil kaki tengah dengan kunci atau obeng

Terus gimana dong? Yo mbuhlah… kan saya tadi cuma bilang bisanya nulis alias nrimo saja :mrgreen: . Semoga saja pihak-pihak yang berkompeten membaca tulisan ini. Yang jelas jika ke Batam atau Singapura, siapkan saja universal adapter agar tidak bingung ngecas HP atau laptop 😀

Advertisements

18 comments on “Colokan Listrik Aja Pakai Standar Singapura?

  1. mas mas bukan singapura saja kali.di malaysia semuanya jg gtu.standar internasional ikut britis..tpi nyaman loh buat anak2 yg dibawah umur g bahaya blas.kn ad penutupnya tuh colokan…setandar plug kya gtu jarang ada org mati krn plug yg safty

    • Bener bro sebenarnya memang lebih safety. Masalahnya ada di peralatan listrik yang made in indonesia semua pakai standar C & F sehingga kalau mau dicolok ke colokan standar G harus menggunakan adaptor. Kalau ngga pake ya diakalin seperti di atas, bahaya jadinya 🙂

      Jd IMHO lebih baik tetep harus di stardardisasi, apakah ngikut pakai G atau tetep pakai F atau C…

  2. seharusnya seluruh indonesia pke standar plug yg kya gtu.selain selamat untk digunakn kita dlm sehari2nya jg g bahaya buat anak kecil.krn colokan tiga lubang dh ad erth

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s