Polisi Tidur, Membantu sekaligus Menyebalkan

Polisi tidur, sebuah kata yang sangat tidak asing di telinga kita. Menurut Wikipedia, Polisi tidur merupakan bagian jalan yang ditinggikan berupa tambahan aspal atau semen yang dipasang melintang di jalan untuk pertanda memperlambat laju/kecepatan kendaraan. Polisi tidur sering kita jumpai di jalan perumahan, daerah perkantoran, maupun jalan-jalan sempit.

Polisi Tidur

Polisi Tidur


Kalau di negara lain Polisi Tidur disebut sebagai Speed Bump atau Road Hump, bukan Sleeping Policeman :mrgreen: . Menurut Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan, ukuran polisi tidur harus mempunyai sudut kemiringan adalah 15% dan tinggi maksimum tidak lebih dari 120 mm. Polisi tidur sesuai aturan tersebut dibuat agar bisa mengurangi kecepatan kendaraan di bawah 40 km/jam.

Namun dalam pelaksanaannya, polisi tidur sangat sering bahkan sebagian besar menyalahi peraturan tersebut. Ada yang terlalu tinggi, ada yang kecil dan tinggi sehingga sudutnya menjadi sangat tajam, dan ada pula yang jaraknya sangat dekat, per 10 meter misalnya. Barangkali untuk polisi tidur yang demikian akan sangat menggangu kita sebagai pengguna jalan, karena saat kondisi darurat, polisi tidur yang tidak sesuai aturan tersebut bisa menghambat perjalanan. Bayangkan jika kita perlu mengantar istri yang mau melahirkan, tetapi jalan perumahan kita banyak polisi tidur tingi-tinggi dan sangat dekat jaraknya, sangat menjengkelkan bukan?

Super Polisi Tidur

Super Polisi Tidur

Ngakak thok wis....

Ngakak thok wis….

Sampai-sampai ada guyonan dari masyarakat, polisi tidur aja merepotkan, apalagi yang….. (lanjutkan sendiri, jangan marah yan pak polisi, ini hanya guyon). Namun di sisi lain, jika kita mempunyai anak kecil dan tinggal di komplek perumahan yang ramai, polisi tidur akan sangat membantu kita untuk mencegah kecelakaan di perumahan, karena kendaraan yang lewat dipastikan tidak lebih dari 10 km/jam.

Berbeda dengan Polisi Tidur, Speed Trap merupakan rangkaian “polisi tidur” kecil yang dipasang berjajar di jalan raya. Speed trap bertujuan untuk mengingatkan kepada para pengendara di jalan raya agar menurunkan kecepatannya. Sedangkan media speed trap sendiri diberikan warna menarik dan mencolok. Agar mudah terlihat oleh pengguna jalan, misalnya diwarnai putih atau warna hitam kombinasi kuning dengan bentuk miring.

Speed Trap

Speed Trap

Speed Trap dibuat karena di daerah tersebut biasanya ada keadaan yang harus diwaspadai oleh pengendara, seperti daerah yang ramai orang menyeberang, daerah sekitar pasar, dll. Jadi biasakan jika ada speed trap untuk segera menurunkan kecepatan karena, karena mungkin sewaktu-waktu ada kejadian tidak terduga di daerah tersebut.

Safety first!

Advertisements

4 comments on “Polisi Tidur, Membantu sekaligus Menyebalkan

  1. pita kejut/ speed bump bukan speed trap
    klo speed trap malah jalan /trek lurus panjang buat raih top speed (di sirkuit)

Monggo, silakan dikomeng atau dicaci maki...gratis ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s